TANIMBARMEDIA.COM - SAUMLAKI. 
Klarifikasi dr Juliana Ch Ratuanak, Calon Wakil Bupati nomor 3 (tiga), di salah satu media online berjudul, "Ngelyaratan Pengecut ,Rasis & Tukang Fitnah” Tapi mengaku Tokoh Tanimbar, menaikkan tensi politik jelang pemilihan, 27 November 2024.


Tak gentar hadapi dr. Ratuanak, Ngeljaratan, Ketua Forum Masyarakat Lintas Tanimbar di Ambon. malah pastikan, Ricky Jauwerissa Calon Bupati dan dr. Ratuanak, Calon Wakil Bupati nomor 3 (tiga), akan  bernasib sama seperti pamannya, Roni Go di Pilkada Calon Bupati dan Wakil Bupati 2012-2017.


Ketika Kabupaten Kepulauan Tanimbar masih bernama Maluku Tenggara Barat, saya dan rekan-rekan, dari Ambon ke Saumlaki. 


Sebagai Tim Pemenangan Calon Bupati Drs. Bitsael. S. Temmar dan Barnabas Orno (Keduanya Protestan) kala itu, berlomba bersama incumbent, Bapak S. J. Oratmangun, almarhum yang berpasangan dengan Roni Go, Calon Wakil Bupati MTB.


Kekuasaan dan uang berlimpah, dipunyai Paslon incumbent, saat itu. Bermodal logistik seadanya, kami kerja keras sadarkan rakyat Tanimbar dan Maluku Barat Daya, pentingnya Kabupaten Kalwedo Kidabela dipimpin orang terdidik. Atas restu Tuhan dan penyertaan leluhur, kami menang. Drs. Bitsael Temmar, pimpin Tanimbar 2 periode. Sementara, Roni Go, Paman Jauwerissa, tinggalkan Saumlaki dan tak kembali hingga sekarang, ucap Ngeljaratan kenang perjuangannya.


Berdasarkan pengalaman tersebut, mantan Duta Maluku Untuk Indonesia ini himbau masyarakat Tanimbar dari pulau Selaru sampai ujung Molo Maru, jangan pilih Cina Ambon. Warga Cina Tanimbar saja tidak pilih Paslon nomor 3. 


Sebab masyarakat Cina Tanimbar sudah tahu, jika Paslon Nomor 3 memimpin, AT ayah Jauwerissa akan atur APBD Tanimbar, perkaya diri sendiri dan keluarganya. Yang kecil-kecil seperti, anggaran makan minum Dinas Badan, di Pemda Kepulauan Tanimbar, akan dikuasai dan diatur oleh kampung kuliner, 3 Koki Saumlaki, terangnya.


Paslon nomor 3, saat ini tidak lagi orasi politik. RJ-JR lewat timnya, jalan dari rumah ke rumah orasi politik uang, beras dan sembako. buang uang kecil, rampok uang besar, APBD uang rakyat Tanimbar 5 tahun, alias prinsip dagang. Paslon Bersatu ini pikir, harga diri dan kehormatan orang Tanimbar, suaranya bisa dibeli dengan beras, sembako dan uang. 


Sekali lagi, ambil uangnya, jangan pilih pemimpin Rakus Jabatan dan jago rampok. Beri pelajaran dan hukuman politik, jangan pilih Cina Ambon nomor 3, agar benar-benar tobat berpolitik di Tanimbar dan tinggalkan Tanimbar seperti pengalaman pamannya, jelas pria asal desa Lamdesar Timur.


dr. Ratuanak sebut saya Rasis? Yang benar aja nih. Yang pertama kali bicara Rasis, justru Calon Wakil Bupati nomor 3 (tiga) ko. Dalam rekaman video kampanye yang ada pada saya dan viral di whatsapp grup-grup lokal Tanimbar, dr. Ratuanak tanya ke masyarakat, beli bedak, lipstik dimana?, di Cinai. 


Bukankah ini kalimat Rasis!!! Pertanyaannya, pedagang Buton, Bugis, Makassar, Jawa dan etnis lainnya yang jual lipstik dan bedak, siapa yang beli nanti. Sebab Calon Wakil Bupati nomor 3, secara tidak langsung, telah deklarasikan Rasis, beli benda-benda kosmetik hanya di Cinai, di toko etnis lain, masyarakat Tanimbar jangan beli, tegasnya. (TM.09) 











Post a Comment

أحدث أقدم